Setting LCR (Least Cost Routing) pada PABX Transtel

woman-593133_1920

Apa tujuannya?

Biasanya sebuah perusahaan menggunakan lebih dari satu vendor untuk layanan telepon. Bermacam-macam tujuan yang dilakukan, salah satunya adalah menekan biaya pengeluaran. Karena banyak vendor yang menawarkan solusi penghematan biaya pada layanan telepon.

Kita ambil contoh, saat ini kita menggunakan layanan telepon dari Vendor A dengan line yang digunakan berjumlah 7. Layanan tersebut sudah digunakan mungkin selama beberapa tahun terakhir untuk semua panggilan, baik lokal, internasional, handphone dan lainnya. Kemudian datang Vendor B menawarkan layanan telepon dengan panggilan ke nomor handphone lebih murah.

Selanjutnya kita menambahkan Vendor B dengan jumlah line 1. Layanan telepon dari Vendor B digunakan untuk semua layanan panggilan keluar dengan nomor tujuan handphone. Sehingga secara ringkas semua panggilan keluar dengan tujuan nomor handphone akan melewati line dari Vendor B.

Untuk itulah, kita perlu mengatur LCR atau Least Cost Routing pada PABX yang kita gunakan. Untuk kasusnya, pembaca dapat menyesuaikan sendiri karena pengaturan ini intinya adalah melakukan routing panggilan ke nomor tertentu melewati line tertentu.

Konfigurasi

Disini penulis menggunakan PABX dengan merk Transtel. Seri yang digunakana adalah TDS 600. Detail untuk kasusnya adalah :

  • Outgoing Line di PABX : 8 Line
  • Extension yang digunakan : 801,802,803,804,805,806,807,808
  • Pembagian Trunk Group
    Trunk Group 1 (Lokal) : 801,802,803,804,805,806,807
    Trunk Group 2 (HP) : 808

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

  1. Masuk ke Web Interface PABX sesuai dengan IP yang digunakan.
  2. Masuk ke System Programming.
  3. Setting Trunk Group Assignment (Program 36). Sesuai yang telah ditentukan, Grup 1 terdapat 7 extension digunakan untuk penggilan lokal dan Group 2 terdapat 1 extension untuk panggilan ke nomor HP.
    Program 36 - Trunk Group AssignmentProgram 36 - Trunk Group Assignment
  4. Setting LCR Number (Program 75). Daftarkan prefix nomor handphone pada program ini, misalkan untuk Telkomsel, Indosat, XL, Three, Smartfren, dan lain-lain. Untuk mempermudah pengelompokan masing-masing prefix operator, maka dapat dibedakan Route Table-nya. Misalkan, Telkomsel (2), Indosat (3), XL (4), Three (5), dan Smartfren (6).




  5. Setting LCR Route Table (Program 76). Setting semua Route Table melewati Trunk Group 2 (ext: 808). Jadi semua LCR number yang telah didaftarkan sebelumnya akan menggunakan line yang telah ditentukan, yaitu Trunk Group 2 (line 8).

  6. Setting System Parameter (Program 5). Aktifkan Direct CO Access.
  7. Setting Extension Spesification (Program 78). Aktifkan extension mana saja yang akan menggunakan pengaturan LCR tersebut. Misalkan diaktifkan pada extention 702.  Beri nilai 1 pada pada kolom LCR Level. Bisa juga diatur nilainya menjadi 2. Jika nilainya 2, maka ketika Trunk Group tersebut sudah penuh, maka panggilan akan dialihkan ke Trunk Group lain sesuai dengan Program 41 -> Dial 9 Gp.

    Menonaktifkan panggilan keluar pabx transtel

Pengaturan LCR ini biasanya akan merubah nada awal saat akan melakukan panggilan telepon. Misalkan, biasanya sebelum melakukan panggilan keluar kita menekan tombol 9 terlebih dahulu. Kemudian akan terdapat nada yang menandakan panggilan keluar siap dilakukan. Tetapi, jika pengaturan LCR ini diaktifkan, maka nada panggilan awan tersebut tidak ada. Jadi langsung menekekan angka 9 + nomor tujuan. Hal ini dikarenakan nomor tujuan yang diinputkan akan dibaca dan dirutekan terlebih dahulu oleh PABX.

2 thoughts on “Setting LCR (Least Cost Routing) pada PABX Transtel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.