Memahami STP (Spanning Tree Protocol) Secara Sederhana – Part 2

Screen Shot 2019-04-27 at 11.58.27

Cara Kerja STP (Spanning Tree Protocol)
Secara garis besar, STP akan melakukan proses pertama kali yaitu pemilihan Root Switch. Kemudian akan ditentukan juga mana yang masuk ke dalam Designated Switch. Dari situ, maka proses selanjutnya akan dilakukan pemilihan jenis-jenis port apakah port yang digunakan masuk ke dalam Root Port, Designated Port atau Non-Designated Port.

Port-port tersebut akan bekerja dalam posisi forwarding atau blocking. Maka jika melihat gambar, selalu ada port yang dalam keadaan stand by atau tidak melakukan forwarding.

source: omnisecu.com

Pemilihan Root Switch
Kriteria pemilihan Root Switch akan dilakukan pertama kali berdasarkan Bridge ID dengan Priority yang terkecil. Switch yang memiliki Bridge ID dengan priority yang paling kecil akan dipilih sebagai Root Switch.

Jika terdapat switch dengan Bridge ID Priority yang sama, maka kriteria pemilihan berikutnya adalah dengan berdasarkan MAC Address yang terkecil.

Penentuan Root Port
Root Port dimiliki oleh Designated Switch (bukan Root Switch). Port (out) pada Designated Switch yang memiliki cost paling kecil menuju Root Switch akan dipilih sebagai Root Port.

Penentuan Designated Port
Sederhananya bisa dikatakan bahwa Designated Port adalah lawan dari Root Port. Port (In) yang memiliki cost terkecil menuju Root Switch akan dijadikan sebagai Designated Port.

Selain Root Port dan Designated Port yang dijelaskan di atas, maka port tersebut akan berada dalam blocking port atau port yang nantinya akan dijadikan backup ketika jalur yang sekarang digunakan mengalami kegagalan.

Itulah penjelasan singkat dan sederhana mengenai Spanning Tree Protocol. Jika ada masukan, saran atau ada kesalahan dalam penulisan ini maka silahkan berkomentar di kolom komentar. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.